Senin, 09 Januari 2012

Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

CARPAL TUNNEL SYNDROME (CTS)


A. Pengertian
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan syndrome yang disebabkan karena tekanan pada nervus median dari pergelangan tangan (Barbara C Long, 1996 : hal 333)

B. Etiologi
Carpal Tunnel Syndrome disebabkan karena tekanan pada nervus median dari pergelangan tangan. Kondisi ini biasa terjadi pada usia pertengahan, pada wanita gemuk kemungkinan terjadi akibat dari trauma atau pembengkakan yang disebabkan oleh proses rheumatoid arthritis.

C. Patofisiologi
Saraf median lewat melalui kumparan tunnel pada tulang yang terjadi karena carpal dorsalis dan ligamen tranversal pada carpal. Tendon fleksor bergerak melalui parallel tunnel menuju saraf median. Radang dan pembengkakan dari garis sinovial selaput tendon mempersempit ruang yang ada dan menyebabkan tekanan pada saraf median.

D. Gambaran Klinik
Rasa sakit dan paraestesia terjadi dalam distribusi saraf medianus tangan. tiap malam pasien terbangun pada jam-jam awal dengan rasa nyeri yang panas membakar, perasaan geli dan mati rasa. Menggantung lengan disisi tempat tidur atau menggoncang-goncang lengan, dapat menyembuhkan gejala. Selama siang hari terasa sedikit nyeri kecuali dengan aktivitas seperti merajut atau membaca surat kabar, dimana lengan tak bergerak-gerak. Pada kasus lanjut mungkin ada rasa kaku dan lemah.
Keadaan ini delapan kali lebih sering pada wanita dibanding pria. Kelompok umur yang biasa terserang adalah 40-50 tahun, pada pasien yang lebih muda biasa ditemukan faktor-faktor yang berkaitan misalnya ada rasa kaku dan lemah.
Kedua tangan atau hanya tangan yang dominan mungkin terkena. Tanda-tanda fisik yang abnormal biasanya tak ada, idealnya keadaan ini harus didiagnosis sebelum tanda-tanda terlihat. Pola perubahan sensorik kadang-kadang dapat ditimbulkan kembali dengan menahan pergelangan tangan dalam palmarfleksi penuh selama 1 menit atau dengan menekan lengan dengan manset sfigmomanometer. Pada kasus lanjut terdapat kelumpuhan otot thenar dan kelemahan aabduksi ibu jari. Penelitian dengan listrik memperlihatkan konduksi saraf yang melewati pergelangan tangan melambat.

E. Pemeriksaan Fisik
1. Elektrodiagnostik
2. Rontgenograf
3. Velositas/ kecepatan dari saraf
F. Pengkajian
1. Data Subyektif
Gejala yang dikeluhkan pasien adalah dari adanya kompresi syaraf median diantaranya :
a. Episode rasa nyeri yang panas atau rasa nyeri yang berdenyut pada tangan dan keluhan berkurang bila mengguncang tangan atau dengan menggerakkan tangan
b. Hyposthesia pada ibu jari, jari telunjuk dan jari manis, lebih-lebih setelah fleksi pergelangan yang dipaksakan, karena seperti menjahit atau memegang buku
c. Perasaan bengkak pada area yang terkena
d. Mengeluhkan kesukaran mengambil atau memegang benda yang kecil, terasa kaku.
2. Data Obyektif
a. Tidak terdapat pembengkakan tangan, pergelangan atau jari
b. Terlihat bagian yang melekuk atau tertekan dari jaringan lunak pada sebelah bawah ibu jari pada telapak tangan (bagian telapak tangan yang menonjol)


G. Diagnosa keperawatan
1. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan adanya inflamasi dan pembengkakan karena kompresi dari syaraf median
2. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang mendapat penerangan.

H. Perencanaan
Hasil yang diharapkan dari penderita Carpal Tunnel Syndrome :
1. Pasien memiliki fungsi maksimum dari tangan, ibu jari dan jari-jari lain
2. Pasien bebas dari ketidaknyamanan
pasien bebas dari infeksi diseluruh daerah yang dioperasi.

I. Implementasi
Membantu mencapai tujuan pengobatan
1. Istirahat
2. Membidai persendian
3. Menyuntik kortikosteroid pada lokasi

J. Evaluasi
Evaluasi atas dasar yang diharapkan dari pasien. Pertanyaan-pertanyaannya adalah :
1. Apakah Pasien mampu menggunakan tangan dan jari-jari dengan tingkat gerakan yang normal ?
2. Apakah Pasien terbebas dari ketidaknyamana pada tangan ?
3. Apakah Pasien terbebas dari infeksi ?
K. Penatalaksanaan
Pada Carpal Tunnel Syndrome penatalaksanannya dengan pembedahan. Dekompresi dengan pembedahan mengurangi kompresiasi saraf median dari ligamen carpal tranversus dan membuang jaringan yang menekan saraf median.

Perawatan pasca bedah
1. Meningkatkan kenyamanan, sirkulasi
a. Meninggikan tangan dan lengan selama 24 jam
b. Menganjurkan gerakan aktif dari ibu jari dan jari lain sejauh yang tertahan oleh balutan
c. Bila perlu memberikan obat analgesik
2. Meningkatkan keamanan. Cek sirkulasi jari-jari, sensasi, gerakkan setiap 1-2 jam setelah 24 jam.
3. Meningkatkan perasaan mandiri

Menganjurkan pasien untuk menggunakan tangan pada kebutuhan kegiatan sehari-hari 2 sampai 3 hari setelah  operasi.

Photobucket